perihal mengikhlaskan
Di saat bumi sedang tidak baik baik saja, lagi dan lagi aku harus mengikhlaskan kamu pergi dengan membawa semua kenangan, janji, beserta kepercayaan. Sakit bukan?di saat jarak memisahkan kita aku juga di paksa untuk berpisah denganmu, manusia yang katanya mampu mengobati akhirnya melukai.
Awalnya aku senang dengan ucapanmu "aku janji gak bakal ninggalin kamu dalam keadaan apapun" tapi sekarang kamu yang meninggalkan aku dengan cara yang tidak masuk akal. Sekarang aku hanya bisa membawa peranmu lewat cerita, saat kisah kita selesai aku kehilangan banyak hal salah satunya baik-baik aja.
Setelah hari yang menyakitkan itu kita saling menjauh kisah indah dipaksa punah di timbun ribuan kebencian, akhirnya aku memilih tidak menerima lagi janji dari orang lain ataupun obat dari orang lain agar aku sembuh dari luka yang kamu buat. Aku hanya bisa menahan diri untuk tidak membenci siapapun dan apapun yang ada di sekitar aku.
Usahaku waktu itu gagal semua yang kamu ucapkan membuat ku gagal menjadi manusia kuat, tatapan kebencian dimulai, bahkan bumi, kamu, dan dia tidak mau melihatku bahagia meskipun sekali lagi. 10 mei 2021 menjadi akhir dari pertemuan kita, aku tidak melanjutkan kisah indah lagi bersamamu. Ada banyak orang yang aku kecewakan hatinya terutama ibu ku, beliau yang menyayangimu bak anak kandung sekarang di paksa untuk tidak mengkhawatirkan mu.
Kamu yang dulu kedatangannya di tunggu bahkan di sambut baik banyak orang, keberadaannya sangat diinginkan, kepulangannya sangat di rindukan hingga akhirnya mengenaskan. Seharusnya kamu berlaku selayaknya matahari yang adil kepada bintang untuk membantu menyinari bumi, jangan seperti api yang ingin melenyapkan semuanya.
Ditulis ulang untuk mengenang bukan menggenggam
Arsycahylmi
Komentar
Posting Komentar